Selasa, 11 April 2017


MAKALAH KIMIA FARMASI II
HUBUNGAN STRUKTUR AKTIVITAS DARI VITAMIN


E:\index.jpeg


MARIA ANGELINA NGGOWENG
JURUSAN FARMASI
POLITEKKES KEMENKES KUPANG
Nama Pembimbing : Yulius B.Korassa S,Farm.M,Si.Apt
Kelompok : 1



  1. Pendahuluaan
Definisi : Kimia medisinal adalah ilmu yang mempelajari tentang penemuaan dan pengembangan obat,identifikasi dan interpertasi  cara kerja senyawa aktif obat dalam tingkat molekul
Struktur dan aktivitas obat :
Sifat-sifat kimia fisika merupakan dasar untuk menjelaskan aktifitas biologis obat karena:
  1. Sifat kimia fisika memegang pernan pentingdalam pengakutan obat untuk mencapai reseptor.Sebelum mencapai reseptor,



molekul-molekul obat harus melalui bermacam-macam membran,berinteraksi dengan senyawa-senyawa dalam cairan luar dan dalam sel serta biopolimer.disini sifat kimia dan fisika berperan dalam proses penyerapan dan distribusi obat sehingga kadar obat pada waktu tertentu mencapai reseptor dalam jumlah yang cukup besar.
  1. Hanya obat yang mempunyai struktur dengan kekhasan yang tinggi saja yang dapat berinteraksi dengan reseptor biologis,sifat kimia fisika harus menunjang orentasi khas molekul pada permukaan reseptor.
Jenis-jenis kerja obat adalah sebgai berikut :
  1. Obat berstuktur non spesifik
Obat berstruktur non spesifik,obat yang berkerja secara langsung tidak tergantung struktur kimia,mempunyai struktur kimia adsorpsi,kelarutan,aktivitas termodinamika,tegangan permukaan, potensi oksidasi reduksi ,mempengarui permiabilitas.

Contoh obat termasuk dalam golongan ini adalah:
  1. Anastetika umum
  2. Hipnotika tertentu
  3. Bakterisida tertentu
  4. Anteseptik
  5. Antijamur.
B. ISI
a. Pengertiaan vitamin
Vitamin merupakan komponen minor tetapi penting bagi bahan pangan .Vitamin dibutuhkan untuk pertumbuhan yang normal, memelihara, dan menjaga fungsi tubuh.Mempertahankan vitamin selama pengolahan dan penyimpanan merupakan hal yang penting. vitamin dapat rusak karena reaksi kimiawi sehingga berubah menjadi senyawa yang tidak aktif, atau mengalami pelarutan seperti pada kasus vitamin larut air yang hilang pada proses blansing atau pemasakan .Vitamin yang dibutuhkan tubuh dipenuhi dari asupan yang cukup .Defisiensivitamin menyebabkan hipovitaminosis, sebaliknya kelebihan vitamin menyebabkan hiper vitaminosis.
  1. Klasifikasi
  1. Vitamin larut lemak (fat soluble vitamin): vitamin A, D, E, dan K
  2. Vitamin larut air (water soluble vitamin): vitamin B1, B2, B6, nikotinamida (nicotinamide), asam pantotenat (panthotenicacid), biotin, asam folat (folic acid), B12, dan C
C.Hubungan struktur aktivitas vitamin





  1. Vitamin larut lemak
  1. VITAMIN A (RETINOL):
  • Vitamin A berasaldarisumberhewani
  1. Tanamantidakmengandungvitamin A, tetapi mengandung karotenoid yang akanmenghasilkanvitamin A (provitaminA)
  2. Karotenoiddalamprodukhewaniberasaldari pakan



Peran :
  1. Retinol berperan pada metabolisme protein dalam sel.
  2. Kekurangan karotenoid menyebabkan efek negatif pada jaringan epitelial seperti pengerasan kulit dan rabun senja.

  1. VITAMIN D (Kalsiferol/Calciferol)
Kolekalsiferol (vitamin D3) merupakan bentuk kolesterol dalam kulit yang terbentuk dari 7-dehydrocholesterol(provitamin D3) oleh sinar uv. Vitamin D2 (ergokalsiferol) terbentuk dari ergosterol. Ergokalsiferol (D2) atau kholekalsiferol .Provitamin D, ergosterol dan 7 dehidrokolesterol tersebar luas dalam tanaman dan hewan.Kebutuhan vitamin D pada manusia dipenuhi oleh 7-dehidrokalsiferol.Vitamin d adalah hormone.Vitamin D dapatdisintesis di kulittergantungsunlight.7-Dehydrocholesterol (bahan intermediate darisintesiskolesterol yang menumpuk di bawahkulit) reaksinonenzymicterpapar ultraviolet light 258-300 nm,terbentukprevitamin D vitamin D (cholecalciferol) .
Vitamin D3 (I) dan D2 (II)

  1. VITAMIN E
vitamin E terbagi atas 2 jenis : Tokoferol,Tokotrienol. Struktur kimia,Vitamin E terdiri dari cincin kromanol (chromanolring) dan rantai samping fitil (phytyl) untuk tokoferol dan farnesyluntuk tokotrienol.tokoferol atau tokotrienol dibedakan berdasarkan posisi gugus metil pada rantai sampingnya.tokoferol mempunyak 3 pusat asimetris pada posisi 2, 4, dan 8 dan mempunyai aktivitas biologis tertinggi.
Peran :
1. Vitamin E mempunyai aktivitas antioksidan yang dapat menghambat oksidasi lemak
2.Berperan menstabilkan senyawa aktif yang lain seperti vitamin A, hormon, dan enzim terhadap oksidasi
3.Defisiensi vitamin E menyebabkan ketidaksuburan, anemia, dan kelainan otot
4.Mencegah penyakit kardiovaskular, kanker, katarak, dan memperbaiki sistem imun.
  1. VITAMIN K
Kelompok vitamin K merupakan turunan dari naftokuinon (naphthoquinone) yang mempunyai rantai samping yang berbeda-beda.Vitamin K1 atau phylloquinone atau phytomenadione (juga disebut phytonadione).Vitamin K2 (menaquinone, menatetrenone) dihasilkan oleh bakteri dalam usus besar dan kekurangan vitamin ini jarang terjadi kecuali jika usus mengalami gangguan, tidak mampu menyerap, atau terjadi penurunan mikrobia usus karena penggunaan antibiotik.Ada tiga jenis vitamin K sintetik yaitu K3, K4, dan K5 yang terutama digunakan untuk pakan hewan peliharaan (K3) dan antikapang (K5).
Struktur Kimia :
  1. Semua kelompok vitamin K mempunyai cincin naftokuinon (naphtoquinone) yang mengandung gugus metil, serta berbagai variasi rantai samping alifatik yang terikat pada posisi 3
  2. Phylloquinone(vitamin K1) mempunyai beberapa rantai samping isoprenoid, dan satu bersifat tidak jenuh
  3. Menaquinones mempunyai sejumlah rantai samping isoprenoid yang bersifat tidak jenuh
  4. Naftokuinon merupakan gugus fungsional sehingga peran vitamin K semuanya sama
Peran:
  1. Vitamin K berperan pada proses karboksilasi residu glutamat dalam protein menjadi gamma karboksiglutamat (Gla)
  2. Residu Gla berperan pada proses pengikatan kalsium
  3. Residu Gla penting bagi aktivitas biologis Gla-protein
  4. -protein berperan pada koagulasi darah, metabolisme tulang, dan fisiologi pembuluh darah
  5. Vitamin K disimpan dalam jaringan adiposa
B. Vitamin Larut Air
Vitamin B
      Vitamin B terdiri dari 8 vitamin larut air yang berperan penting dalam metabolisme sel. Struktur kimia vitamin-vitamin B berbeda-beda . Biasa disebut vitamin B kompleks.

Jenis-jenis vitamin B:
  1. Vitamin B1(thiamine, tiamin)
  2. Vitamin B2(riboflavin)
  3. Vitamin B3(niacin, niacinamide, niasin, niasinamida)
  4. Vitamin B5(pantothenic acid, asam pantotenat)
  5. Vitamin B6(pyridoxine, pyridoxal, or pyridoxamine, or pyridoxine hydrochloride, piridoksin)
  6. Vitamin B7(biotin)
  7. Vitamin B9(folic acid, asam folat)
  8. Vitamin B12(berbagai jenis kobalamin (cobalamins); yang paling umum sianokobalamin (cyanocobalamin))
  1. Vitamin B1 (Thiamin)
1. Bentuk fosfat dari tiamin berperan dalam berbagai proses dalam sel
2. Yang paling terkenal adalah tiamin pirofofat (TPP, thiamine pyrophosphate), koenzim pada katabolisme gula dan asam amino
3. Struktur thiamin mengandung cincin pyrimidinedan cincin thiazoleyang dihubungkan dengan jembatan metilen
4. Tidak stabil terhadap panas, tapi stabil selama pembekuan

b.Vitamin B2 (Riboflavin)
  1. Riboflavin mudah diserap tubuh dan berperan terutama sebagai kofaktor pada FAD dan FMN
  2. Berperan pada berbagai proses dalam sel dan metabolisme energi dari karbohidrat, lemak, dan protein
  3. Riboflavin rusak oleh cahaya
c.Vitamin B3 (Niasin)
  1. Merupakan turunan dari pyridinedengan gugus karboksil pada posisi 3
  2. Bentuk lain vitamin B3 adalah amida (nikotinamida) dengan gugus karboksil diganti dengan gugus karboksimida
  3. Istilah niasin dan nikotinamida seringkali dipertukarkan karena mempunyai aktivitas vitamin yang sama tetapi tidak mempunyai efek fisiologis yang sama
  4. Niasin bersifat stabil. Proses blansing dapat menurunkan niasin sampai dengan 15%




d.Vitamin B5 (Asam Pantotenat)
  1. Asam pantotenat diperlukan untuk membentuk koenzim A (CoA) dan berperan pada metabolisme protein, karbohidrat, dan lemak.
  2. Merupakan amida dari D-pantoate dan neta-alanine
  3. Bersifat stabil. Pada pengolahan susu mengalami perunan sekitar 10%. Pemasakan sayuran hilang 10-30% karena larut


e.Vitamin B6 (piridoksin)
  1. Berperan sebagai koenzimuntuk metabolismekarbohidrat, lemak, dan proteinyang berujung pada pelepasan energi
  2. Berperan pada metabolisme asam aminodan sistem imuntubuh
  3. Terdapat 6 bentuk umum yang sering dijumpai, yaitu piridoksal(PL), piridoksin (PN), piridoksamine(PM), piridoksal 5'-fosfat(PLP), piridoksin 5'-fosfat(PNP), dan pridoksamin 5'-fosfat(PNP)



f. Vitamin B7 (Biotin)
  1. Juga disebut vitamin H
  2. Terdiri dari cincin tetrahydrothiophenedengan asam valerat terikat pada cincin tersebut
  3. Biotin merupakan koenzim metabolisme asam lemak dan leusin serta berperan pada glukoneogenesis




g.Vitamin B9 (Asam Folat)
  1. Asam folat (pteroylmonoglutamic acid) secara biologi tidak aktif, tetapi aktivitas biologis dimiliki oleh tetrahydrofolatedan turunannya setelah dikonversi menjadi dihydrofolic aciddalam hati
  2. Berperan pada proses penting seperti sintesis nukleotida, perbaikan DNA, berperan sebagai kofaktor, berperan pada pembelahan sel yang cepat dan pertumbuhan, dan mencegah anemia









h.Vitamin B12 (Sianokobalamin)
  1. Vitamin B12 terdiri dari berbagai jenis dan sianokobalamin hanya salah satunya
  2. Sianokobalamin merupakan vitamer yang paling umum dari kelompok vitamin B12
  3. Sianokobalamin paling stabil.
  4. Vitamin B12 yang lain yaitu hydroxocobalamin dihasilkan oleh bakteri dan berubah menjadi sianokobalamin pada saat pemurnian dengan menggunakan karbon aktif yang secara alami mengandung sianida sehingga terbentuk sianokobalamin
  5. Berperan dalam proses pertumbuhan




g.Vitamin C

  1. Vitamin C adalah salah satu jenis vitaminyang larut dalam airdan memiliki peranan penting dalam menangkal berbagai penyakit
  2. Vitamin ini juga dikenal dengan nama kimiadari bentuk utamanya yaitu asam askorbat
  3. Vitamin C termasuk golongan vitaminantioksidanyang mampu menangkal berbagai radikal bebas
  4. Sifat vitamin C sangat mudah teroksidasioleh panas, cahaya, dan logam

Daftar pustaka :
Sumber:
  1. soekardjo, bambang.2008.kimia medicinal 1.airlangga university press.surabaya
  2. wahyu oktana fajarina,Ssi.KIMIA MEDICIAL.Struktur Aktivitas Obat.